Risna keluarga (Juhari)pasien Rs. Dadi melapor ke Lsm Gmbi,Rabu (02/01/19)Via Telephon ke Ketua LSM GMBI Wilter Sulsel Drs. Sadikin, S Dimana beliau juga selaku paman (Juhari) pasien Rs. Dadi
Setelah mendapat Laporan Drs. Sadikin, S beserta jajarannya langsung menuju Rs. Dadi untuk memperifikasi terkait biaya Rumah Sakit yang di bebankan kepada pasien terhitung mulai tanggal (30/08/18) sampai dengan tanggal (02/01/19) Rp.15.275.000 (Lima belas juta dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah)
"Dahrianis penjaga ruangan kenari Rs. Dadi mengatakan Kepada pihak lsm gmbi bahwa dirinya hanya bisa merincikan jumlah biaya selama pasien dirawat di Rs. Dadi yang tidak di tanggung biaya BPJS,"jadi selama pasien di antar ke rs.dadi oleh pihak dinsos maka mulai terhitung pada hari itu juga,"Ungkap Dahrianis penjaga ruang kenari Rs.Dadi,"
Drs. Sadikin, S mengatakan kepada awak media," Saya datang ke Rs.Dadi untuk meminta pihak Rs. Dadi memperfikasi timbulnya biaya yang nilainya sebesar Rp.15.275.000 dimana pihak Keluarga tidak mengetahui dan pernah di nyatakan minggat selama -+ 8(Delapan) bulan dan ternyata tanpa sengaja pihak Keluarga menemukan pasien berada di ruang nyiur
"Pihak Rumah Sakit secara spontan menerbitkan tagihan tanpa ada pemberitahuan lebih awal kalau pasien tersebut di serahkan oleh Dinas sosial (Dinsos) melalui perawatan umum
"Di Tambahkan," Walaupun pihak keluarga berkunjung ke Rs. Dadi tidak ada pemberitahuan keberadaan (juhari)pasien Rs.Dadi dan tiba-tiba ada muncul nilai pembayaran yang begitu besar setelah dibawah oleh Dinas Sosial(Dinsos) melalui jalur umum,"Padahal sebelumnya juhari pasien Rs.Dadi sudah di rawat selama 2 (Dua) tahun dan tidak membayar(gratis) ,"Tutur Sadikin,"
Drs. Sadikin, S Sangat menyayangkan kepada salah satu perawat Rs. Dadi yang pelayanan nya di nilai kurang sopan,"Sementara di ajak bicara seolah-olah cuek, ketika berbicara sambil tunduk lalu pergi meninggal kan ruangan kenari dengan raut wajah kesal,"
(Team Lsm gmbi)



Komentar